Bagaimana Al-Qur'an Berbicara Mengenai Kilat dan Petir??

Ditulis pada Rabu, 15 Maret 2017 | Kategori: Tahukah-Anda | Dilihat 404 kali

Al-Qur'an Berbicara Mengenai Kilat dan Petir

   Ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa dalam proses terjadinya hujan, butiran es dan kilat mempunyai peran yang sangat penting, suatu penemuan yang sudah disebutkan jauh-jauh hari dalam al-Qur’an surah an-Nur : 43.

     Ilmu meteorologi modern telah mengkonfirmasi kebenaran proses terjadinya kilat dan butiran es sebagai medianya sesuai dengan uraian ayat tersebut.

      Awan akan bermuatan listrik saat butiran es jatuh melalui bagian awan yang sangat dingin dan dipenuhi oleh kristal es. Butiran air akan membeku dan melepaskan panas saat mereka bertabrakan dengan butiran es yang jatuh. Hal ini mengakibatkan permukaan butiran es relatif lebih panas daripada kristal es yang ada disekitarnya. 

     Fenomena penting terjadi saat butiran es bersentuhan dengan kristal es yang mengakibatkan terjadinya aliran elektron dari objek yang lebih dingin kepada objek yang lebih panas. Proses ini membuat butiran es bermuatan listrik negatif. Pada waktu yang sama, terjadi tabrakan antara butiran es yang sangat dingin dengan butiran es. Butiran es akan pecah menjadi butiran kecil es yang bermuatan positif.

     Partikel-partikel yang ringan dan bermuatan listrik positif ini terbawa naik kebagian atas awan oleh aliran udara, sedangkan butiran es yang bermuatan listrik negatif akan turun kebagian bawah awan. Muatan listrik negatif ini kemudian dilepaskan dalam bentuk kilat. Dengan demikian, hubungan antara kehadiran butiran es dan terjadinya kilat menjadi sangat gamblang.

     Pada ayat lainnya, pembicaraan terfokus pada awan yang menghasilkan hujan dan proses terjadinya kilat.
"atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, petir dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati. dan Allah meliputi orang-orang yang kafir" (al-Baqarah : 19).

     Awan hujan mempunyai massa yang sangat besar dengan ketebalan mencapai 9 s/d 12 KM. Dengan dimensi sebesar itu, bagian bawah awan akan tampak gelap (“hujan lebat dari langit disertai gelap gulita”). Menghitamnya bagian bawah awan disebabkan oleh keidak-mampuan sinar matahari menembus ketebalan awan, yang anatara lain dikarenakan tebalnya lapisan kandungan air dan butiran es. Karenanya, energi matahari yang dapat mencapai bumi saat melewati awan ini akan sangat sedikit.

     Fenomena kilat dan petir seperti yang tertulis pada ayat diatas (“disertai gelap gulita, petir dan kilat”), terjadi melalui beberapa tahapan. Awan hujan akan dipenuhi oleh muatan listrik yang terbentuk akibat beberapa proses pembekuan, pecahnya butiran es dan butir hujan, serta timbulnya muatan listrik ketika partikel-partikel yang ada saling bergesekan.

    Penumpukan muatan listrik yang sangat besar ini mengakibatkan udara disekitarnya tidak mampu lagi mengisolasinya. Maka terjadilah kilat, lompatan arus listrik dari benda-benda bermuatan listrik positif ke benda bermuatan listrik negatif. Voltase loncatan arus listrik ini dapat mencapai satu miliar volt. Loncatan arus ini dapat terjadi didalam maupun antar kumpulan awan, juga dapat terjadi dari awan ke permukaan bumi.

     Udara yang bergesekan dengan kilat ini menjadi sangat panas, yaitu sekitar 10.000° C. Akibatnya, terjadilah pemuaian udara secara mendadak. Proses inilah yang menghasilkan suara bergemuruh (suara petir), seperti yang disebutkan dalam ayat berikut :
"Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia (Allah) Mengadakan awan mendung. dan guruh/ petir itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian juga) Para Malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar/ petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan yang Maha keras siksa-Nya. (ar-Ra'd : 12-13).

     Demikianlan al-Qur’an menjelaskan mengenai proses terjadinya kilat dan petir, sesuatu yang baru ditemukan atau dipecahkan misterinya pada abad ini, dan al-Qur’an sudah menjelaskannya sejak 14 abad yang lalu.



Link Sumber : http://www.kholistembesi.my.id/2016/01/al-quran-berbicara-mengenai-kilat-dan-petir.html#ixzz4bMbgBYEZ

 

Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia. — (HR. Ad-Dailami)

Developed by Naevaweb.com