Peringati Hari Ibu, Bunda-Bunda Hebat Wali Murid Sekolah Al Azhar Yogyakarta Berbagi Inspirasi



Ibu adalah wanita yang paling mulia dan istimewa. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda :“Doa orang tua untuk anaknya bagaikan doa nabi terhadap umatnya .”(HR.Ad Dailami). Dalam riwayat lain, Rosulullah bersabda “Seseorang datang kepada Rosulullah Shallahu ‘Alaihi wa sallam dan bertanya, ”Wahai Rosul, siapakah orang yang paling berhak aku layani (patuhi)?” Rosulullah menjawab, ”Ibumu!” ia bertanya lagi ”Kemudian siapa lagi?” Rosulullah menjawab, ”Ibumu!” ia bertanya lagi, ”Siapa lagi?” Rosulullah menjawab, ”Ibumu.” Ia bertanya lagi, ”Kemudian siapa?” Rosulullah menjawab, ”Bapakmu.” (HR.Bukhori-Muslim).

Karena begitu mulia dan istimewanya seorang ibu, maka peringatan hari ibu sangatlah penting untuk kita semua sebagai pengingat bahwa kita dilahirkan oleh seorang ibu yang penuh dengan pengorbanan. Mulai dari mengandung selama 9 bulan, melahirkan dan sampai membesarkannya merupakan pengorbanan yang luar biasa. Sepatutnya, seorang anak harus menghormati seorang ibu dan tidak menyakitinya apalagi sampai meneteskan air mata.

Dalam rangka peringatan hari ibu, Al Azhar Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Sharing Motivasi sekaligus Pengumuman Lomba Menulis Artikel Kisah Pendampingan Anak Selama Pandemi Bagi Ibu Murid Sekolah Islam Al Azhar Yogyakarta pada Rabu (19/1) di Student Center Kampus Al Azhar Yogyakarta. Sebagai narsumber dalam acara ini, yakni dr. Ade Febrina Lestari, M.Sc., Sp.A(K), seorang dokter spesialis anak juga Direktur Pelayanan Medis dan keperawatan dan Yessi Maharani Abhimanasa, ST seorang ibu rumah tangga yang luar biasa dalam mendidik anak-anaknya. Keduanya merupakan orangtua murid yang hebat dan berperstasi yang anak-anaknya semua sekolah di Sekolah Al Azhar Yogyakarta.

dr. Ade Febrina Lestari, M.Sc., Sp.A(K)

Adalah salah satu orangtua murid hebat yang sangat menginspirasi melalui pengalamannya dalam mendidik anak-anaknya disamping kesibukan profesinya sebagai dokter di salah satu rumah sakit di Jogjakarta. Walaupun super sibuk, nyatanya semua anak-anaknya berhasil dalam mengenyam pendidikannya. Pastinya ada rahasia dibalik itu semua. Rahasianya adalah “PASRAH”.

Kata “PASRAH” di sini memiliki arti di setiap hurufnya. “P” artinya Percaya, “A” Alhamdulillah, “S” Selalu Usaha, “R” Rencanakan, “A” Amanah, dan “H” Hari Khusus. Dalam penjabarannya, dokter spesialis anak dan juga ibu dengan 3 anak ini menjelaskan “bahwa ‘Percaya’ Pertama maksudnya adalah Seorang ibu harus percaya setiap anak mempunyai potensi yang berbeda-beda dan luar biasa yang harus dicari oleh orangtua. Kedua, Percaya bahwa Allah SWT menitipkan anak ke kita karena Allah SWT percaya kita bisa. Ketiga, Percaya bahwa kata-kata yang baik adalah doa untuk anak, dan keempat, percaya bahwa anak kita pasti bisa”.

“Kemudian ‘Alhamdulillah’ pertama maksudnya orangtua harus banyak bersyukur, apapun keberhasilan anak sekecil apapun selalu bersyukur dan tunjukan secara tulus di depan anak. Berikutnya ‘Selalu Usaha’, artinya tidak putus asa bila nilai akademis anak ada yang kurang dan jangan berfokus pada nilai akademis, namun juga berfokus pada kreatifitas, akhlak, personal sosial, olahraga dan kesenian. Di sini orangtua harus memfasilitasi kebutuhan anak dalam mengembangkan potensi anak”.

Penjelasan berikutnya ‘Rencana’ artinya orangtua harus merencanakan lingkungan yang baik untuk anak. “Orangtua harus merencanakan pendidikan yang baik dan sesuai untuk anak. Bila ada masalah pada anak, segera selesaikan (musyawarah). ‘Amanah’ artinya kita harus kembali sadar bahwa anak itu amanah dari Allah SWT, atau tanggungjawab paling besar dalam hidup sebagai orangtua. Dan yang terkhir ‘Hari Khusus’ yakni orangtua harus memiliki Hari Khusus untuk orangtua dan anak sebagai terapi memperbaiki hubungan ibu dan anak. Selain itu, dapat pula mengidentifikasi permasalahan pada anak yang mungkin luput dari pengamatan sehari-hari. Termasuk mengidentifikasi kebutuhan anak” terang dokter spesialis anak yang juga dosen di FK UGM tersebut sekaligus memungkasinya.

Yessi Maharani Abhimanasa, ST.

Seorang Ibu Rumah Tangga, yang juga tidak kalah menarik, beliau telah berhasil membawa keempat anaknya berprestasi dalam bidang pendidikan dan juga berhasil memotivasi anak-anaknya untuk menghafal Al-Quran. Keempat anaknya yakni Qeyzla, Kenzie, Kyozie, dan Kaelzie. Dengan kesabaran dan ketekunannya dalam mendampingi anak-anaknya yang juga sekolah di Al Azhar Yogyakarta, semua anak-anaknya berhasil mendapatkan banyak prestasi di bidang akademik maupun dalam menghafal Al-Quran.

Qeyzla, merupakan anak pertama yang pernah duduk di bangku TK, SD, dan SMP Al Azhar Yogyakarta, dan selepas lulus dari SMP memilih untuk fokus meneruskan menghafal Al-Quran hingga khatam di Pondok Pesantren di Jawa Timur. Qeyzla, semasa belajar di Al Azhar Yogyakarta dari TK hingga SMP, juga meraih banyak prestasi di sekolahnya seperti 12 medali di bidang Matematika, 2 medali di bidang IPA, 2 medali bidang Bahasa, 1 medali di bidang Robotic, dan 8 medali di bidang Seni. Selain itu, Qeyzla saat ini sudah menghafal hampir 15 juz di pondoknya.

Kenzie, anak ke-dua yang saat ini duduk di bangku SD Al Azhar 31 Yogyakarta kelas 5 (Kelas Tahfidz), saat ini juga sudah menghafal Al-Quran hingga 11 Juz dan menuju 12 Juz. Selain itu, Kenzie di bidang akademik juga memiliki prestasi, diantaranya pernah meraih 7 medali di bidang Matematika, 11 medali bidang Robotic, dan 4 medali bidang Al-Qur’an.

Kyozie, anak ke-tiga dari 4 bersaudara ini juga di sekolah yang sama dengan kakaknya duduk di bangku kelas 2 (Kelas Tahfidz) kini telah menghafal 4 Juz menuju 5 Juz. Selain hafalannya, adik dari Kenzie dan Qeyzla ini juga berprestasi di bidang akademik seperti pernah meraih 5 medali bidang Matematika, 3 medali bidang Sains, 3 medali bidang Bahasa Inggris, dan 3 medali bidang lain-lain.

Terakhir Kaelzie, anak paling kecil, saat ini masih duduk di bangku TK A Al Azhar Yogyakarta dan saat ini juga sedang menghafal Al-Quran Juz 30.

Keberhasilan anak-anaknya hingga menjadi anak yang berprestasi tidaklah luput dari kesabaran dan usaha keras orangtuanya dalam mendidiknya terutama Ibu. Tentunya banyak sekali teladan/motivasi yang menjadi prinsipnya dalam mendidik anak-anaknya.

Dalam sharingnya, ibu empat anak ini menjelaskan “sebenarnya saya tidak ingin membahas soal prestasi, dan piala-piala ini juga bukanlah segalanya. Tapi di sini saya ingin sharing tentang proses yang saya jalani bersama dengan anak-anak saya. Tema sharing kali ini adalah Ibuku Motivatorku, tapi dalam kenyataannya saya lebih banyak memotivasi diri saya sendiri untuk bisa mendampingi proses pembelajaran anak semaksimal mungkin” terangnya.

Beberpapa prinsip Ibu yang juga lulusan Arsitek UII ini dalam mendidik anak-anaknya diantaranya adalah “menjadi orang tua itu tidak ada sekolahnya, tapi saya tidak mau menyesal suatu hari nanti, hanya karena kekurangtahuan saya saat ini”; “Dampingi selagi masih diberi waktu”; “Mereka menjadi anak-anak hanya sebentar saja dan tidak akan pernah terulang, suatu saat nanti saya pasti akan merindukan saat saat ini”; “Ikan akan unggul melawan burung dalam adu berenang, tapi akan tertinggal dalam adu terbang”; “Memilih patner yang baik”; “jangan khawatirkan keadaan duniamu, jika waktumu tersita untuk menghamba pada Yang memberi kehidupan di dunia. Tugasmu hanyalah terus berusaha semaksimal mungkin, terus bergerak, dan terus berdo’a. Sisanya serahkan pada Sang Pemilik Dunia”; “Mendidik seorang anak adalah ladang jihad bagi seorang ibu”; “Terus berjuanglah meski ketidaksempurnaan selalu ada”; “Jika lelah menepilah sebentar, tapi jangan pernah berbalik dan putus asa.. Karena siapa tau doa merekalah yang akan meringankan siksa kubur kita..dan siapa tau tangan merekalah yang akan menarik kita keluar dari neraka”. (Dedi Priyatno – PLT Humas AL Azhar Yogyakarta)