SLEMAN - SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta, sebagai sekolah yang pernah meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional, terus melestarikan berbagai program ramah lingkungan yang mendukung pendidikan lingkungan hidup. Salah satunya adalah Program TOGA (Tanaman Obat Keluarga), yang melibatkan para murid kelas 5 atau Duta Lingkungan untuk menanam dan merawat tanaman obat di lingkungan sekolah.
Program TOGA ini merupakan bagian dari kegiatan Sekolah Adiwiyata yang bertujuan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Di bawah bimbingan Finda D. Kurniawati, Koordinator Program Adiwiyata SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta, pada Jumat pagi (1/11/2024), para murid membawa bibit tanaman obat dari rumah, seperti Mahkota Dewa, Binahong, Lidah Buaya, dan Sirsak. Area di sekitar pinggir lapangan basket dan sekitar UKS dipilih sebagai lokasi penanaman, sehingga tanaman obat ini dapat mudah dijangkau dan dimanfaatkan oleh warga sekolah.
“Penanaman tanaman obat ini adalah bagian dari mata pelajaran IPS tentang Tanaman Obat, sekaligus mengajarkan murid tentang keberlanjutan dan manfaat lingkungan,” kata Finda. Untuk pemeliharaan tanaman, sekolah juga menyediakan pupuk kandang yang dibeli dari hasil penjualan panen sayuran sebelumnya, yang ditanam dalam kegiatan berkebun di sekolah.
Melalui Program TOGA, SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan kesehatan alami bagi seluruh siswa. Sebagai sekolah Adiwiyata, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa yang peduli pada lingkungan dan kesehatan berbasis alam, serta mendukung status sekolah sebagai pionir dalam gerakan Adiwiyata di tingkat nasional.
Seperti diketahui, Tanaman Obat Keluarga (TOGA) atau apotek hidup merupakan jenis tanaman obat pilihan yang dipergunakan untuk pertolongan pertama. TOGA disebut juga sebagai obat-obat ringan untuk mengobati beberapa macam penyakit, seperti demam dan batuk. TOGA merupakan salah satu tanaman yang dapat dijadikan wahana pembelajaran untuk mengenal berbagai macam tanaman obat.
Edukasi TOGA dapat menjadi sumber pembelajaran edukatif dalam pembentukan karakter dan prinsip kemandirian dalam upaya pengobatan keluarga. Bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah bagian daun, kulit batang, buah, biji, dan akarnya. Secara umum, TOGA dimanfaatkan sebagai minuman kebugaran, ramuan untuk gangguan kesehatan ringan, dan memelihara kesehatan, serta meningkatkan gizi.
Manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
TOGA memiliki banyak manfaat yang dapat dilihat dari aspek kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya, yaitu:
1). Aspek Kesehatan
a. Pemeliharaan Kesehatan: TOGA sebagai obat tradisional banyak digunakan dalam upaya pencegahan penyakit.
b. Penanggulangan Penyakit: TOGA memiliki manfaat dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas suatu penyakit.
c. Perbaikan Status Gizi: TOGA yang dapat berperan sebagai buah-buahan dan sayuran serta dapat dimanfaatkan sebagai obat.
2). Aspek Lingkungan
a. Kelestarian Alam: budidaya tumbuhan yang umum dijadikan obat dapat mengurangi kemungkinan untuk terjadinya kepunahan pada beberapa jenis tumbuhan tersebut.
b. Penghijauan dan Estetika: penanaman tanaman obat sangat berkaitan dengan penghijauan. Tanaman obat yang ditanam dan ditata dengan baik dapat memberikan keindahan pada lingkugan.
3). Aspek Ekonomi
Tanaman obat dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain sebagai obat, TOGA dapat dijadikan komoditas yang diperdagangkan sehingga menambah penghasilan. Selain itu, TOGA yang terlebih dahulu diolah untuk meningkatkan nilai jual dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar.
4). Aspek Sosial Budaya
Penanaman TOGA merupakan upaya pelestarian budaya leluhur dalam memelihara dan mempertahankan budaya masyarakat. (Chaidir)
25 Maret 2025 , 218x Views
23 Maret 2025 , 150x Views
22 Maret 2025 , 168x Views
Khutbah I اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ...
26 Januari 2024 , 237543x Views
Khutbah Pertama إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ...
09 Februari 2024 , 174604x Views
Naskah khutbah Jumat ini mengajak kita untuk merenungkan makna dibalik...
04 Juni 2021 , 32158x Views